Minggu, 24 Agustus 2014

CERITA KITA (Cerpen RiFy)


Haii, aku bawain cerpen nih! Hitung-hitung untuk menghibur lah hihiihi. Baca ya! Enjoy!
**

Dentingan nada-nada dari grand piano putih yang melantunkan lagu Move On dari Bruno Mars di iringi suara merdu gadis itu, sungguh menyayat hati.
**
Whooo Whoooo

How do I end up in the same old place,
Faced again with the same mistakes,
So stubborn thinking I know what is right,
But life proves me wrong everytime,
Taking roads that lead me nowhere,
How do I expect to get there,
But when, oh when will I learn to just put you first.

I come to you now when I need you,
But why do I wait to come see you,
I always try to do this on my own
But I was wrong cause only with you can I move on.
Can I move on.

Oh

When I am weak it's you that makes me strong,
And I know that you've been with me all along,
So many times I begin to close my eyes and listen to my heart,
With you life is so easy why do I make it hard,
Oh taking roads that lead me nowhere how do I expect to get there when will I
Learn to just put you first.

Hey!
I come to you now when I need you,
But why do I wait to come see you,
I always try to do this on my own
But I was wrong cause only with you can I move on.

I get out of my own way, let you have your way.
Cause I realize I'm no good on my own,
I'm there for you, I'll serve for you
I can't live without you. Noooo

I come to you now when I need you, why do I wait to come see you,
I always try to do this on my own but I was wrong, I was wrong, I was wrong.
With only you, only you, with only you.
Can I move on, can I move on, can I move on...
 **
Akhirnya gadis itu berhasil menyelesaikan lagu itu dengan baik. Dan ia segera mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Kalau dilihat, gadis itu sih kayaknya lagi galau..

Ke esokan harinya.

Gadis itu dengan tenang berjalan di sekolah tercintanya. Rexy International School atau disingkat RIS. 

Menggunakan seragam rok abu-abu, dengan kemeja putih, dan rompi berwarna hitam kotak-kotak, yang merupakan ciri khas RIS. Dengan kaus kaki putih sedikit di bawah lutut dan sepatu sneakers berwarna merah maroon. Di punggung nya terdapat tas bermerk jansport berwarna merah maroon. 

Dengan bane nama di rompi bagian dada sebelah kanan, yang bertuliskan nama gadis itu.

Alyssa Saufika Umari. Yah, gadis berbehel itu adalah Alyssa. Atau bisa dipanggil Ify. Ia adalah penghuni kelas XI-IPA2 di RIS. Ia memiliki satu adik laki-laki yang menghuni kelas X-IPA3 di RIS, juga. Ify adalah anak yang sangat baik, ramah, di kenal banyak orang. Bagaimana tidak? Prestasinya di bidang akademik sangat tidak diragukan lagi. 

Dari kelas 1 SD, ia selalu mendapat peringkat 1. Paling jelek juga peringkat 2. Dan prestasi non akademiknya seperti juara piano se-nasional, dan kejuaraan menyanyi. Bakatnya dalam bermusik tidak usah diragukan lagi.

“pagi viaa” sapanya kepada sahabat terbaiknya sekaligus teman sebagkunya.

“pagi fy” sapa via balik. Dia Sivia Azizah, anak pemilik yayasan RIS. 

Via itu orangnya baik, cantik, tajir, perf deh. Dia pinter dlm pelajaran dan pinter nyanyi. Tapi dia nggak sombong tuh.

Mereka pun curhat-curhatan ria, bergosip ria dan ngobrol hal-hal cewek lah. Hingga akhirnya Bu Winda, guru killer bidang kimia memasuki kelas. Dan sontak anak-anak yang tadinya berisik langsung diam.

Setelah 3 jam pelajaran akhirnya..

TEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT

Bel panjang berbunyi, dan itu artinya sudah memasuki waktu istirahat.

Ify langsung melepas kuncir rambutnya. (tadi ia dicepol ke atas karena gerah).

“Duile vii, penting amat yak ada kimia, otak gue kelipet belajar gituan” sungut ify

“tau fy, bisa gila gue gara-gara kimia”

SKIP aja ya, ceritanya udah pulang sekolah

@rumah ify

Ify menghadap ke luar jendela nya. Lalu tersenyum pedih.

“sudah satu tahun ya, akhirnya” lirih nya pelan sambil menunduk. Sampai akhirnya matanya kembali ingin mengeluarkan air mata, namun cepat-cepat di sekanya.

“gue nggak boleh nangis. Semangat fy” katanya menyemangati diri sendiri sambil memandangi sosok yang berada di jendela seberang. [ a.k.a tetangganya ]

Ya, ify sudah memiliki perasaan khusus terhadap tetangga depan nya.

#FLASHBACK ON

*IFY POV*

Hari ini adalah hari senin. MONster DAY ya kan?. Tepatnya tanggal 6 juli 2013. Segera ku menaiki mobil mama, untuk berangkat menuju sekolah tercinta. Namun, sepertinya rumah depan sudah di huni. Tiba-tiba ada seorang anak mengeluarkan cagiva hitamnya.

‘tetangga baru toh’ batin ify belum melihat orangnya

Dulu nya itu adalah rumah Alvin, tetangga lama ku. Namun rumah itu sudah di jual, karena alvin dan keluarga harus pindah ke Canada.

Saat aku mengangkat wajahku.... ‘GILAAA GANTENG BANGET TUH ORANG’ batinku berteriak. 

Haha ternyata aku mudah sekali ngefans sama seseorang. Sampai akhirnya pertemuan singkat itu, membuatku sering mencuri-curi pandang terhadap tetangga baru ku.
Nama? Ahh aku tidak tahu namanya, umurnya, kelas berapa, bahkan sekolah dimana pun aku tidak tahu. Hah fans macam apa aku ini.

Seiring berjalannya waktu, aku selalu saja mengaguminya. Hingga suatu saat..
--
*author POV*

Siang ini, rasanya cuaca panas sekali.rasanya ingin deh ke minimart belakang rumah. Segera ify mengambil dompet serta iPhone dan memasukkan ke kantung celana santai bermotif bunga-bunga selutut. Lalu segera beranjak ke minimart

 @mini mart

Setelah memasukkan 2 botol minuman dan 1 bar cokelat kesukaannya ke kantung belanja, ia segera menuju kasir untuk membayar. Saat ingin mengambil dompet, tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang menyebabkan keduanya jatuh

“AWW” rintih ify yang terjatuh

Ketika mereka berdua saling mengangkat wajah

“ELO?” pekik mereka berdua berbarengan.

“lo bukannya tetangga depan?” tanya ify

“he eh” jawabnya “eh ngobrolnya di cafe situ aja yuk. Gak enak di sini” kata pemuda tersebut sambil 
menunjuk cafe terdekat

Dan pemuda tersebut berjalan lalu di ikuti ify.

@cafe star

“mbak, chocolate milk shake dua ya” pesan pemuda itu

Dan mereka memulai pembicaraan

“engg, nama gue rio. Mario Stevano Aditya Haling. Lo siapa?”

“ify, Alyssa  Saufika Umari” jawab ify cuek. Padahal dalam hatinya udah jedar jederr sendiri.

“lo sekolah di mana? Kelas berapa?” tanya rio

“Rexy IS, kelas sebelas” jawab ify “lo dimana?” lanjutnya

“Brench IS, kelas sebelas juga” jawab rio sambil tersenyum manis

DEG

Ada desiran halus di hati ify saat melihat senyum rio

em fy, boleh gak kapan-kapan gue main ke rumah lo?” tanya rio pelan. Takut ify marah

“yaaa boleh lah, kita kan tetanggaan, gue juga boleh ya?” jawab dan tanya ify balik

“sip boleh” jawab rio

“eh yo, pulang yuk. Udah jam lima” ajak ify

“yuk” kata rio lalu langsung menarik tangan ku.

“ehh” ceplosku

“eh maaf fy, maaf” kata rio salting  sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.

Dan sesampainya di komplek perumahan, rio dan ify berpisah rumah.

@rumah

*Ify POV*

HAAAAHH GILA GANYANGKA BANGET BISA KAYAK GITU. Tapi kok tadi rasanya kayak dagdigdug ya pas dia senyum ,apa jangan jangan...... AAAAA IFYYYYYYYYYYYYY

*Rio POV*

Sumpah ya, sampe kapan gue mesti nyembunyiin rasa ini... OHMIGODDDDDD  FYY TAU NGGA SIH TADI ITU SENENG BANGET. SEJAK PERTAMA GUE TES DI RIS GUE UDAH JATUH CINTA SAMA LO.. sayangnya gue nggak diterima di RIS... :--(

#FLASHBACK END

Dan sejak saat itulah, ify menjadi cinta kepada rio. Hingga sekarang. Yah satu tahun sudah ify menyimpan perasaannya  untuk rio.

Dan, tanpa ify ketahui Rio juga jatuh cinta pada ify. Bahkan saat pandangan pertamanya..

#FLASHBACK ON

*Rio POV*

Ehm, guys. Hari ini tanggal 4 Maret. Gue bakal tes di Rexy International School. Doain semoga keterima yah. Cus berangkat dulu ke RIS.

@RIS

Eee, kayanya gue mesti ke toilet nih. Pengen pipis. Bentar dulu yakkk.

Sesampainya gue di toilet, gue ngeliat cewek, cantikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk banget. Kayak bidadari. Rambutnya, dibuat keriting gantung, dengan behel biru mudanya, dia jadi makin perfect. Duh ,kayanya gue udah jatuh cinta pada pandangan pertama nih. Ehehe. Yaudah buru-buru gue masuk ke toilet krn udah kebelet.

AHH RIO BEGO LUPA NANYA NAMANYAAAAA!!!!! Tau deh..

3 bulan kemudian.

*Author POV*

Ya gadis yang di cintai rio adalah ify.


Waahh, keliatannya persaingan ketat yang terjadi antara para murid-murid agar bisa masuk ke RIS. Namun, nampaknya rio tidak di terima, sedangkan ify di terima.

@kamar rio

“yah gue nggak di terima. Dia di terima nggak ya?” kata rio pedih. Namun segera ia tersenyum lagi.

“Rioooo cepetan siap-siap, bentar lagi kita pindah” teriak mama nya.

Ya ini adalah hari terakhirnya tinggal di rumahnya. Ia akan pindah karena rumah barunya akan lebih dekat dari sekolah barunya yaitu Brench International School. Mamanya memilihkan sekolah itu karena rio tidak diterima di RIS.

@rumah baru rio

Yah, akhirnya sekarang ia sudah pindah. Ia cukup takjub akan rumah barunya. Dengan kebun yang luas, dan halaman belakang yang menyejukkan mata di tambah satu kolam renang besar di sana.

Rio terus-terusan memandangi rumah depannya. Tetangga depannya tepatnya

‘siapa ya?’ batinnnya

DORRRR

Rio dikagetkan oleh ray, adik nya.

“kak ikut nggak kasih kue ke depan?” tanya ray polos

“najis lo, ngagetin begoooo” kesal rio sambil menoyor ray

“AW SAKIT BEDON” teriak ray mengaduh kesakitan sambil mengusap-usap jidatnya yang menjadi 
sasaran toyoran rio.

“yaudah gue nganter kue ke depan, bye” kata ray lagi lalu berjalan menuju rumah depan

@rumah depan

“LOH DEVA?” kaget ray.

“RAY??? Lo ngapain di sini?” tanya adik ify, deva.

“gue tetangga baru kalian hehe, ini ada kue. Di terima yaa” kata ray ramah

“thankso ray, mau main?”

“nggak deh, mesti ke tetangga yang lain dulu”

“oke say”

“idih amit-amit lo, yaudah deh dep. Babai muach” kata ray lalu langsung pergi sambil memberikan kiss bye ke deva. Deva hanya bergidik ngeri menanggapinya.

Ray dan Deva adalah sahabat di sekolah mereka. Mereka duduk sebangku.
Dan.. ya ada lah suatu hari saat ify kaget mengenai tetangga barunya. Dan terjadilah kejadian di minimart itu.

#FLASHBACK END

Setelah melamun lama, sambil mengenang masa lalunya, ify menuju grand pianonya dan langsung memainkannya sehingga menciptakan nada-nada indah.

Remember the way you made me feel
Such young love but
Something in me knew that it was real
Frozen in my head

Pictures I’m living through for now
Trying to remember all the good times
Our life was cutting through so loud
Memories are playing in my dull mind
I hate this part paper hearts
And I’ll hold a piece of yours
Don’t think I would just forget about it
Hoping that you won’t forget about it

Everything is gray under these skies
Wet mascara
Hiding every cloud under a smile
When there’s cameras
And I just can’t reach out to tell you
That I always wonder what you’re up to

Pictures I’m living through for now
Trying to remember all the good times
Our life was cutting through so loud
Memories are playing in my dull mind
I hate this part paper hearts
And I’ll hold a piece of yours
Don’t think I would just forget about it
Hoping that you won’t forget

I live through pictures as if I was right there by your side
But you’ll be good without me and if I could just give it some time
I’ll be alright

Goodbye love you flew right by love

Pictures I’m living through for now
Trying to remember all the good times
Our life was cutting through so loud
Memories are playing in my dull mind
I hate this part paper hearts
And I’ll hold a piece of yours
Don’t think I would just forget about it
Hoping that you won’t forget
(PAPER HEARTS – TORI KELLY)

Setelah menyanyi kan lagu itu. Ify segera berbaring di kasurnya. Mencoba menutup mata dan tidur. Tak sadar ada pemuda yang mengintip di jendela depan. Ya, pemuda itu tak lain adalah rio.

*rio POV*

“ify maafff” lirihnya pelan sambil melihat ke luar jendelanya. Di mana gadis yang tak lain adalah ify sedang bermain piano dan meneteskan air matanya

“gue terlalu pengecut fy” gumam rio.

--

Sejak rio dan ify berkenalan di cafe, rio sering main ke rumah ify, dan diterima baik oleh keluarga ify. 

Sampai-sampai satpam dan pembantu ify hafal sekali dengan rio dan mengira rio memiliki hubungan terhadap majikan mereka. Begitu pula ify yang sering main ke rumah rio. Hanya untuk belajar bersama (karena materi mereka sama), bermain PS bersama, maupun memasak makanan bersama.

Namun saat gadis bernama Dea, yang datang ke kehidupan rio. Ify mengira rio adalah PHP atau Pemberi Harapan Palsu. Karena ify sering memergoki dea bermanja-manja kepada rio. Dan sejak itu pula hubungan rio dan ify merenggang
--
Seminggu kemudian...........

Sore ini ify memilih diam saja di kamarnya sambil memainkan games di iPhone  nya. Sampai-sampai

TING

One New Line Message

**LINE**

Mario Stevano = fy, gue tunggu di Cafe Frexy jam 7

**

Ify  segera bersiap-siap. Toh 30 menit lagi sudah jam 7. Kini ify menggunakan baju lengan panjang berwarna biru muda, dengan rok selutut dan sepatu. Tak lupa rambutnya di cepol ke atas. Dan membawa tas kecilnya. 

Lalu segera beranjak ke Cafe Frexy menggunakan jazz hitamnya.

@Cafe  Rexy.

Ify sudah terheran-heran sendiri melihat cafe ini begitu sepi. Padahal biasanya super duper rame. Segera saja ia memasuki cafe tsb dengan santai. Ia sedikit kaget melihat lilin-lilin yang berjejer seperti akan membawanya ke suatu tempat. Ia hanya mengikutinya. Dan sampailah ia ke belakang cafe tersebut.

Matanya dibuat melebar ketika ia melihat spanduk bertuliskan

I LOVE YOU, ALYSSA

Dengan di hiasi balon-balonn dan lilin-lilin.

Seketika satu nama terputar di otaknya

‘RIOO!!’ pekiknya dalam hati

Tiba-tiba matanya di tutup dari belakang oleh tangan sesorang

Ify sempat  kaget lalu membalikkan badannya.

“Rio?!” kaget ify

“eh, iya fy.”

“ini lo semua yang bikin?” tanya ify

“iya fy, ini ungkapan hati gue.” Jawab rio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

Lalu tiba-tiba rio bberlutut sambil menggenggam kedua tangan ify

“eeeh” ceplos ify kaget

“ify, gue udah lama cinta sama lo, sejak ketemu di toilet waktu mau tes masuk RIS. Lo nggak sadar kan? 
Gue juga kaget waktu tau kita tetangagaan. Dan gue seneng banget ternyata lo merespon gue dengan baik. Hehe.Alyssa Saufika Umari, would you be my girl?” tanya rio menatap ify sambil harap-harap cemas

“sorry yo, gue nggak bisa” jawab ify. Wajahnya menunjukkan ekspresi menyesal

“haa?? Bener fy?” tanya rio lagi. Siapa tau pendengarannya salah ketika di tolak ify

Ify hanya menganggukan kepalanya dua kali seperti anak kecil.

Rio pun langsung menatap ify kecewa lalu pergi begitu saja.

“TAPI BOONG” teriak ify lagi dan itu membuat rio menghentikan langkahnya.

“m.m..maksud nya fy?” tanya rio bingung

“emm, itu yo.. gue..gue ng..nggak no..nol..nolak l..lo” jawab ify gugup sedangkan wajah rrio berbinar-binar

“maksudnya lo nerima gue fy?’

“hmm”

“lo nerima gue?” tanya rio lagi

“hmmm” jawab ify kedua kalinya sambil mengagguk-anggukan kepalanya

“kita pacaran fy?” tanya rio. Kini wajahnya sudah cerah

“hmm”

“kita jadian fy???!?!?!?”

“IYA RIOOO” jawab ify sudah mulai kesal. Namun sepertinya rio tidak menggubrisnya. Ia malah memeluk 
ify

“IFYY THANKS BANGET. GUE SAYANG BANGET SAMA LO” kata rio di pelukannya

Pipi ify pun sukses memerah mendengar perkataan rio. Dan ify langsung membalas pelukan rio.

“love you” bisik rio di telinga ify.

“iya iya gue tau kok” jawab ify yang sebenarnya malu.

END.



#PS: Sebenernya ini kisah penulis sendiri loh HAHAHA:) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar