Minggu, 06 Juli 2014

Hati-hati Dengan Cinta - Part 2 (Cerbung Rify)

Haii, jadi aku mau kasihtau sistem penulisan cerita. Kalo aku, sukanya bikin ceritanya duluuu, sampeee END, baru di post per-part. Jadinya nggak ngegantung.. Karena aku paling nggak suka sih kalo cerpen ngegantung, kesannya bikin penasaran tapi nggak dilanjutin.. Kesel kan? Nah yaudah nih, ini Part 2 nya, baca  terus ya!! Kalo besok sempet, aku bakal post part 3 nnya!! enjoy! :--)

**
3 bulan kemudian
“aduhh pasti telat nih ah, deva sih dasar belo” kata ify mengumpat adiknya tersebut sambil sesekali melirik ke arah jam tangan biru toscanya tersbut.
BRUKK
“aduhhh pelan pelan dong kalo jalann” kata pemuda tersebut kesal
“aduh iya deh sorry sorry, gak sengaja lagian gue udah telatt. Duluan yaa maaf sekali lagi” kata ify sambil meminta maaf lalu berlalu
‘canttik banget’ batin pemuda tersebut 

TETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT
Bel panjang berbunyi, itu artinya sudah masuk jam pelajaran pertama
“MAMPUS TELAT GUE” kta pemuda itu berteriak.
Dan benar lah dugaannya. Guru kelas tersebut sudah masuk. Bu Winda. Guru paling killer angker serta keker itu langsung memasang wajah geramnya.

“RIO KAMU TELAT”
“i..iya ma..af bu” kata pemuda yang ternyata bernama rio tersebut pelan
“KAMU BERDIRI DI LAPANGAN SELAMA JAM PELAJARAN IBU”
‘astaga naga, ini guru udah kayak gapunya dosa aja sih ngasih hukumannya’
“b..baik b..bu”
Rio pun keluar dari kelas itu dan segera berjalan lesu ke lapangan.

@lapangan
“hai” sapa seseorang
“hmm” kata rio masih tertunduk
“lo itu yang tadi bukan?”
“hah?!” rio langsung mendongakkan kepalanya melihat perempuan itu
“iya.. gue dihukum karena telat” kata rio “kalo lo kenapa?” tambah rio
“tadi gue bingung nyari jepitan gue. Emang gak masuk akal sih... tapi jepitannya gak ketemu-ketemu trus gue pasrah dan pas sampe kelas.. pak duta udah masuk” jelas ify panjang lebar
“yaampun kasian banget lo” kata rio prihatin #apadeh
“oh iya gue belom tau nama lo, gue ify, lo siapa?”
“gue rio kelas XII.4 IPA”
“gue XII.2 IPA berarti kelas kita deket dong?”
“yaa mungkinnn”

Akhirnya selama 2 jam berdiri di lapangan. Ify yang hampir pingsan hanya bisa pasrah.
“fyy  udah istirahat nih, ke kantin yuk. Haus banget” kata rio
“iy..a deh. Y..o” kata ify sudah tak kuat
BRUKK

Tiba-tiba ify ambruk di depan rio. Untung rio dengan sigap menangkap tubuh mungil ify dan membopongnya ke UKS. Sesampainya di UKS tubuh rio yang banjir keringat sangat panik dan khawatir. Ify sedang diobati di dalam. Beberapa menit kemudian, datanglah deva dan ray.

“kak rio? Kakak apain kak ify? Dia gakppapakan? Trus kejadiannya gimana? Kak ify dimana?” tanya deva panik dan beruntun. Deva mengenal rio karena rio adalah kakak dari ray.
“duhh sabar napa dep, tadi ify capek dapet hukuman karena telat. Berdiri 2 jam di lapangan trus pingsan gitu.”
“duh ini pasti gara gara gue ninggalin dia.” Kata deva merasa bersalah
“udahlah dev, semua udah terjadi” kata rio menenangkan
Tiba-tiba ibu UKS keluar sehingga membuat deva dan rio berdiri karena ray sudah kembali duluan ke kelas.
“bu, gimana keadaan kaka saya bu?” kata deva
“ify baik-baik saja. Ia hanya kelelahan. Mungkin kamu bisa membelikan ify makanan.” Kata bu Anna selaku pengurus poliklinik.
“yaudah dev gue aja yang beli makan, lo jagain ify gih” kata rio
“yaudah deh kak thanks ya” kata deva lalu masuk ke dalam.
Setelah makan dll. akhirnya via shilla dateng ke UKS
“yaampunn ify lo kenapaaaa??!” kata via khawatir
“gapapa kok vii” kata ify tersenyum
“cepet sembuh ya fyy, kita doain kokk” kata shilla
“thanks yoww” kata ify

(ify pun pulang ke rumah bbareng deva.)
“ifyy tadi katanya kamu pingsan, tapi gapapa kan?” kata mama gina panik
“gapapa kok maaa selow keless” kata ify
“aduh kamu itu fy” kata mama gina.
“kenapa ma, cantik ya?”
“iyain ajadah”

Semakin hari, rio dan ify pun sudah saling dekat, saling mengenal satu sama lain dan sudah sering main ke rumahnya.

Pada suatu hari

“huftt ayolah fy, masa udah satu jam tapi gak ada laguu” kata ify kesal pada dirinya sendiri. Saat itu ia sedang berada di private  room di dalam kamarnya yang berisi alat-alat musik. Hanya keluarga, via, shilla, dan rio yang mengetahui keberadaan kamar tersebut. Saaat itu penampilan  ify sedang acak acakan. Dengan rambut yang diikat dengan gaya messy bun yaitu cepol berantakan dan kacamata yang bertengger manis di hidungnya yang mancung itu, ify terlihat sangat cantik walaupun dengan gaya simple itu.
“ayolahh fyy masa daritadi reff belom dapet dapet.” Katanya menggerutu kesal.

Akhirnya setelah 3 jam berkutat dengan grand piano putih miliknya, lagunya pun selesai.
“AKHIRNYAAA HAHA SELESAI JUGAA” kata ify senang. Sekali lagi ia memainkan  lagunya itu.
---------------------
Setiap waktu memikirkanmu, ku katakan pada bayangmu
Sampai kapan ku harus menunggumu jatuh cinta
Rindu ini terus mengganggu, ku tak sabar ingin bertemu
Berapa lama lagi menantikan kata cinta

Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa

Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa

Ku harap dia mau membalas cintaku
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Kau belahan jiwa, kau belahan jiwaa
--

“yeyy akhirnya selesai juga lagunyaa huft”

PROK PROK PROKK
Terdengar suara tepukan tangan dari ambang pintu, ify pun langsung menengok
“suara lo bagus banget” kata seseorang di ambang pintu tersebut
“rio?” kata ify kaget “sejak kapan lo disitu?” tanyanya lagi
“sejak lagu lo dimulai, gue takut ganggu kalo gue masuk” kata rio
“ohh yaudah, keluar aja yuk gue udah lama disini, bosen banget” kata ify menggerutu
“haha fy lo kalo marah lucu banget ya” kata rio gemas sambil mencubit pipi ify
Maka pipi ify pun langsung merona merah kayak kepiting rebus
“aah apaan deh yo”

Semakin lama, rio dan ify pun semakin dekat. Ify sudah tak ragu lagi akan perasaannya, bahwa ia telah jatuh cinta kepada rio. Namun ify tak tahu pasti apa rio memiliki perasaan yang sama.

*rio POV*
“Ya Tuhan, ify itu cantik, pinter, baik, ramah, jago musik, sopan, alim, manis, pokoknya tipe gue banget deh yaampun” kata gue sambil melamun di balkon rumah
“duhhh gue jatuh cinnta sama lo fy” kata gue lagi
“ah tau ah pusing banget ya yo mikirin ify wahaha, tidur aja ah” kata gue gajelas


Bersambung...

#PS: Twitter : @teecerpen. comment/kasih saran di situ yah! :--)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar