**
3 bulan kemudian
“aduhh pasti telat nih
ah, deva sih dasar belo” kata ify mengumpat adiknya tersebut sambil sesekali
melirik ke arah jam tangan biru toscanya tersbut.
BRUKK
“aduhhh pelan pelan
dong kalo jalann” kata pemuda tersebut kesal
“aduh iya deh sorry
sorry, gak sengaja lagian gue udah telatt. Duluan yaa maaf sekali lagi” kata
ify sambil meminta maaf lalu berlalu
‘canttik banget’ batin
pemuda tersebut
TETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT
Bel panjang berbunyi,
itu artinya sudah masuk jam pelajaran pertama
“MAMPUS TELAT GUE” kta
pemuda itu berteriak.
Dan benar lah
dugaannya. Guru kelas tersebut sudah masuk. Bu Winda. Guru paling killer angker
serta keker itu langsung memasang wajah geramnya.
“RIO KAMU TELAT”
“i..iya ma..af bu” kata
pemuda yang ternyata bernama rio tersebut pelan
“KAMU BERDIRI DI
LAPANGAN SELAMA JAM PELAJARAN IBU”
‘astaga naga, ini guru
udah kayak gapunya dosa aja sih ngasih hukumannya’
“b..baik b..bu”
Rio pun keluar dari
kelas itu dan segera berjalan lesu ke lapangan.
@lapangan
“hai” sapa seseorang
“hmm” kata rio masih
tertunduk
“lo itu yang tadi
bukan?”
“hah?!” rio langsung
mendongakkan kepalanya melihat perempuan itu
“iya.. gue dihukum
karena telat” kata rio “kalo lo kenapa?” tambah rio
“tadi gue bingung nyari
jepitan gue. Emang gak masuk akal sih... tapi jepitannya gak ketemu-ketemu trus
gue pasrah dan pas sampe kelas.. pak duta udah masuk” jelas ify panjang lebar
“yaampun kasian banget
lo” kata rio prihatin #apadeh
“oh iya gue belom tau
nama lo, gue ify, lo siapa?”
“gue rio kelas XII.4
IPA”
“gue XII.2 IPA berarti
kelas kita deket dong?”
“yaa mungkinnn”
Akhirnya selama 2 jam berdiri di lapangan. Ify yang hampir pingsan hanya bisa pasrah.
“fyy udah istirahat nih, ke kantin yuk. Haus
banget” kata rio
“iy..a deh. Y..o” kata
ify sudah tak kuat
BRUKK
Tiba-tiba ify ambruk di depan rio. Untung rio dengan sigap menangkap tubuh mungil ify dan membopongnya ke UKS. Sesampainya di UKS tubuh rio yang banjir keringat sangat panik dan khawatir. Ify sedang diobati di dalam. Beberapa menit kemudian, datanglah deva dan ray.
“kak rio? Kakak apain kak ify? Dia gakppapakan? Trus kejadiannya gimana? Kak ify dimana?” tanya deva panik dan beruntun. Deva mengenal rio karena rio adalah kakak dari ray.
“duhh sabar napa dep,
tadi ify capek dapet hukuman karena telat. Berdiri 2 jam di lapangan trus
pingsan gitu.”
“duh ini pasti gara
gara gue ninggalin dia.” Kata deva merasa bersalah
“udahlah dev, semua
udah terjadi” kata rio menenangkan
Tiba-tiba ibu UKS
keluar sehingga membuat deva dan rio berdiri karena ray sudah kembali duluan ke
kelas.
“bu, gimana keadaan
kaka saya bu?” kata deva
“ify baik-baik saja. Ia
hanya kelelahan. Mungkin kamu bisa membelikan ify makanan.” Kata bu Anna selaku
pengurus poliklinik.
“yaudah dev gue aja
yang beli makan, lo jagain ify gih” kata rio
“yaudah deh kak thanks
ya” kata deva lalu masuk ke dalam.
Setelah makan dll.
akhirnya via shilla dateng ke UKS
“yaampunn ify lo
kenapaaaa??!” kata via khawatir
“gapapa kok vii” kata
ify tersenyum
“cepet sembuh ya fyy,
kita doain kokk” kata shilla
“thanks yoww” kata ify
(ify pun pulang ke rumah bbareng deva.)
“ifyy tadi katanya kamu
pingsan, tapi gapapa kan?” kata mama gina panik
“gapapa kok maaa selow
keless” kata ify
“aduh kamu itu fy” kata
mama gina.
“kenapa ma, cantik ya?”
“iyain ajadah”
Semakin hari, rio dan
ify pun sudah saling dekat, saling mengenal satu sama lain dan sudah sering
main ke rumahnya.
Pada suatu hari
“huftt ayolah fy, masa
udah satu jam tapi gak ada laguu” kata ify kesal pada dirinya sendiri. Saat itu
ia sedang berada di private room di
dalam kamarnya yang berisi alat-alat musik. Hanya keluarga, via, shilla, dan
rio yang mengetahui keberadaan kamar tersebut. Saaat itu penampilan ify sedang acak acakan. Dengan rambut yang
diikat dengan gaya messy bun yaitu
cepol berantakan dan kacamata yang bertengger manis di hidungnya yang mancung
itu, ify terlihat sangat cantik walaupun dengan gaya simple itu.
“ayolahh fyy masa
daritadi reff belom dapet dapet.” Katanya menggerutu kesal.
Akhirnya setelah 3 jam
berkutat dengan grand piano putih miliknya, lagunya pun selesai.
“AKHIRNYAAA HAHA
SELESAI JUGAA” kata ify senang. Sekali lagi ia memainkan lagunya itu.
---------------------
Setiap waktu memikirkanmu, ku katakan pada bayangmu
Sampai kapan ku harus menunggumu jatuh cinta
Rindu ini terus mengganggu, ku tak sabar ingin bertemu
Berapa lama lagi menantikan kata cinta
Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Ku harap dia mau membalas cintaku
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Kau belahan jiwa, kau belahan jiwaa
Sampai kapan ku harus menunggumu jatuh cinta
Rindu ini terus mengganggu, ku tak sabar ingin bertemu
Berapa lama lagi menantikan kata cinta
Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Andaikan dia tahu apa yang ku rasa
Resah tak menentu mendamba cintamu
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Ku harap dia mau membalas cintaku
Andaikan dia rasa hati yang mencinta
Ku yakini kau belahan jiwa
Kau belahan jiwa, kau belahan jiwaa
--
“yeyy
akhirnya selesai juga lagunyaa huft”
PROK PROK PROKK
Terdengar
suara tepukan tangan dari ambang pintu, ify pun langsung menengok
“suara
lo bagus banget” kata seseorang di ambang pintu tersebut
“rio?”
kata ify kaget “sejak kapan lo disitu?” tanyanya lagi
“sejak
lagu lo dimulai, gue takut ganggu kalo gue masuk” kata rio
“ohh
yaudah, keluar aja yuk gue udah lama disini, bosen banget” kata ify menggerutu
“haha
fy lo kalo marah lucu banget ya” kata rio gemas sambil mencubit pipi ify
Maka
pipi ify pun langsung merona merah kayak kepiting rebus
“aah
apaan deh yo”
Semakin
lama, rio dan ify pun semakin dekat. Ify sudah tak ragu lagi akan perasaannya, bahwa
ia telah jatuh cinta kepada rio. Namun ify tak tahu pasti apa rio memiliki
perasaan yang sama.
*rio
POV*
“Ya
Tuhan, ify itu cantik, pinter, baik, ramah, jago musik, sopan, alim, manis,
pokoknya tipe gue banget deh yaampun” kata gue sambil melamun di balkon rumah
“duhhh
gue jatuh cinnta sama lo fy” kata gue lagi
“ah
tau ah pusing banget ya yo mikirin ify wahaha, tidur aja ah” kata gue gajelas
Bersambung...
#PS: Twitter : @teecerpen. comment/kasih saran di situ yah! :--)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar